PSIK Siap Hadapi MEA 2015

Jember, 1 Desember 2014

Sesuai dengan perkembangan ekonomi dunia kususnya untuk wilayah ASEAN, tahun 2015 mendatang kita akan mengahapi suatu era baru yaitu era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sehingga mau atau tidak baik secara lembaga kita harus mempersiapkan diri agar para lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kompetensi yang diinginkan oleh para  stake holder.

Demikian yang disampaikan oleh Ns. Lantin Setiyorini, S.Kep. M.Kes Ketua Program Study Ilmu Keperawatan disela-sela pengambilan sumpah ners ke-9 di kampus PSIK, (28/11). Menurut Lantin, untuk menghadapi MEA 2015 mendatang secara kelembagaan PSIK akan melakukan perbaikan dan penambahan SDM dan sarana belajar bagi mahasiswa.

Lantin menambahkan, PSIK akan segera melakukan penambahan laboratium praktek agar kemampuan mahasiswa dalam hal praktek semakin bagus. Begitu pula dalam hal SDM, Lantin juga menyampaikan penambahan tenaga dosen yang berkualitas juga sudah dilalukan melalui jalur PNS yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

“Dan yang terpenting adalah membangun karakter yang baik dari semua lini agar mereka sehingga bisa melaksanakan tugas sesuai tupoksi yang jelas dan dari tenaga dosen beberapa sekarang sudah menempuh jenjang S3,” jelas Lantin.

Senada dengan Lantin, Ns. Dodi Wijaya, M.Kep menuturkan mulai tahun ini PSIK Universitas Jember dipercaya untuk menjadi panitia penyelenggra Uji Kompetensi Nasional Ners Indonesia (UKNI) untuk Karisidenan Besuki. “Ini yang pertama bagi PSIK dan ujian ini merupakan prasarat agar para ners baru mendapatkan pengakuan yang legal yang dibuktikan dengan surat tanda registrasi perawat Indonesia.” Ujar Dodi.

Lebih jauh Dodi yang merupakan dosen PSIK ini menyampaikan, dengan adanya Undang-Undang (UU) keperawatan menuntut para ners untuk lebih professional. Menurutnya, berdasarkan UU No. 38 Tahun 2014 tentang keperawatan, ners harus memiliki jenjang pendidikan yang jelas. Sehingga dari UU itu ada perbedaan antara perawat yang hanya lulusan D3 dengan ners (perawat lulusan S1).

“Jadi dalam perawat itu ada dua, Vokasional yang lebih menekankan pada praktek dan Profesional yang lebih berfokus pada analisisnya,” pungkas Dodi. (Mj)

Leave a Reply