PSIK UNEJ GELAR WORKSHOP PEMBELAJARAN BERBASIS DOKUMENTASI DENGAN PENDEKATAN NANDA,NIC DAN NOC

WORKSHOP PEMBELAJARAN BERBASIS DOKUMENTASI DENGAN PENDEKATAN NANDA,NIC DAN NOC

Jember, 11 Maret 2016 Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember telah mengadakan Workshop Pembelajaran berbasis Dokumentasi Asuhan Keperawatan dengan Pendekatan NANDA, NIC dan NOC dalam kegiatan ini PSIK mendatangkan tiga 3 orang pakar yaitu : Dr. Ati Surya Mediawati, S.Kep.M.Kep, dari PPNI Pusat Siti Nur Kholifah, SKM.M.Kep.Sp.Kom dan Dr. Intansari Nurjanah, S.Kep.M.Kep  dari PSIK Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Acara di ikuti oleh seluruh Staf Pengajar PSIK Unej, Stekholder dari beberapa rumah sakit di wilayah Besuki raya (RSD.dr.Soebandi, RS.Paru, RSD. Dr. Hariyoto Lumajang, RS.Baladika Jember, RSD. Dr. H. Koesnadi Bondowoso dan RSD. Dr. Abdurrahem Situbondo).

NANDA4

Dalam  sambutannya Ketua PSIK Universitas Jember Ns. Lantin Setiorini.S.Kep.M.Kes  mengatakan tugas perawat yang begitu kompleks didalam tanggung jawabnya, diperlukan sebuah innovasi didalam mempermudah pekerjaan mereka. Salah satunya didalam menentukan Rencana Asuhan Keperawatan (Nursing Care Plan) yang mengkombinasikan Nanda sebagai penentuan diagnosa, Nursing Intervention Classification (NIC) untuk menentukan Intervensi keperawatan, serta Nusing Outcome Classification (NOC) sebagai acuan utama untuk menentukan asuhan keperawatan.saya sangat memberikan apresiasi kepada teman teman Panitia baik staf pendidik maupun staf Kependidikan di PSIK Universitas Jember karena kegiatan ini akan bisa memberikan innovasi untuk pembelajaran bagi mahasiswa PSIK Universitas Jember yang sedang menjalani pendidikan profesi dan bagi Rumah Sakit yang menggunakan Sistem Rumah Sakit (SIMRS)

NANDA2Sedangkan  Dr. Intansari Nurjanah, S.Kep.M.Kep menjelaskan Perkembangan Sistem Informasi Kesehatan yang kian hari kian meningkat secara tidak langsung berdampak pula pada perkembangan sistem dokumentasi keperawatan, mulai dari yang sederhana dengan pengelolaan manual hingga terkomputerisasi dengan jaringan dalam suatu Rumah sakit besar. Hal ini tentu saja membutuhkan suatu basis data yang lengkap,  efektif dan efisien, dalam arti mampu menjangkau bagian yang paling detil sekalipun, The North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) didirikan sebagai badan formal untuk meningkatkan, mengkaji kembali dengan mengesahkan daftar terbaru dari diagnosis keperawatan yang digunakan oleh perawat praktisi. Ketika daftar diagnosis keperawatan diperluas, NANDA mengembangkan sebuah sistem klasifikasi atau taksonomi untuk mengatur label diagnostik.

Nursing Outcome Classification (NOC) adalah proses memberitahukan status klien setelah dilakukan intervensi keperawatan. Standar kriteria hasil dikembangkan untuk mengukur hasil dari tindakan keperawatan yang digunakan pada semua area keperawatan dan semua klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat). Nursing Outcome Classification mempunyai tujuh domain yaitu fungsi kesehatan, fisiologi kesehatan, kesehatan psikososial, pengetahuan dan perilaku kesehatan, persepsi kesehatan, kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat.

NIC (Nursing Intervention Classification ) adalah suatu daftar lis intervensi diagnosa keperawatan yang menyeluruh dan dikelompokkan berdasarkan label.

Sedangkan Pembicara dari DPP PPNI Pusat  Dr. Ati Surya Mediawati mengulas kebijakan PPNI Pusat terkait tugas amanah undang-undang keperawatan termasuk Dokumen Asuhan Keperawatan menyoroti dan tugas seorang perawat, untuk meningkatkan mutu pelayanan dan asuhan keperawatan seorang perawat harus berdasakan kode etik, standar pelayanan keperawatan dan juga harus berdasarkan standar profesi perawat ujarnya. (satar)

Leave a Reply